Langsung ke konten utama

Postingan

Menyulam Rupa Masa Lampau: Pasar Lawas dan Wujud- Wujud Perawatan Kultural

Dalam gemerlap modernitas, manusia kerap merindukan ruang- ruang yang mampu menghadirkan kehangatan masa lampau. Ruang semacam itu tak hanya memberikan sebuah pengalaman estetis, tetapi juga menjadi titik perjumpaan identitas kolektif yang seringkali terlupakan. Kehadiran Pasar Lawas bertajuk “ Kebak Tanpa Luber” lahir dengan pemaknaan filosofis yang tak lepas dari nafas keseharian masyarakat Jawa yang penuh dengan keramaian dan rasa hangat ketika berkumpul serta menjaganya agar tetap harmoni. Ia hidup, ramai dan penuh, namun tetap pada porsinya yang damai dan terkendali. Momen ini tentu menawarkan lanskap- lanskap nostalgia, kebersamaan dan bukti keberadaan warisan budaya yang tak akan pudar ditelan zaman. Pasar Lawas tak sekadar menghadirkan kuliner dan permainan tradisional. Ia menjadi ruang sosial yang menegosiasikan ingatan kolektif dengan realitas modernitas. Di balik semaraknya pertunjukan seni, tawa anak-anak yang memainkan dolanan tradisional, hingga interaksi hangat antar-pen...

Catatan Perjalanan 1: Untuk Merayakan Hari Perempuan Sedunia!

Manusia jika saling berbuat baik, aku rasa di dunia ini akan penuh dengan cinta dan kemakmuran. Perempuan- perempuan bebas untuk menaklukkan dunia dengan caranya, perempuan- perempuan akan dengan bebas berpetualang tanpa menyimpan ketakutan. Rasanya kemarin aku masih cukup takut untuk melakukan perjalanan- perjalanan panjang dengan kesendirian, namun sekarang aku percaya, bahwa sendiri bukan berarti sepi.  Menemukan orang baru dengan kebaikan- kebaikan tak terpikirkan sebelumnya yang ternyata aku dapatkan selama di perjalanan. Bertemu dengan seorang perempuan muda di gerbong kereta yang sama dan dengan tujuan yang sama pula. Turun di waktu pukul 03.00 pagi, kami memutuskan untuk istirahat sebentar di stasiun sembari menunggu langit mulai sedikit terang. Setelahnya, kami melanjutkan perjalanan masing- masing. Sebelum kami berpamitan, ia memberiku satu bungkus better jumbo, “Ini Mbak, untuk nahan laper”, katanya.  Jalan keluar stasiun, aku kesulitan untuk mendapatkan ojek online...

Jakarta Kota

 #catatanperjalanan Hingar bingar Kota Metropolitan yang sebelumnya hanya terbayang dalam pikiran, sekarang sudah tergambar jelas dalam pandangan. Cerita- cerita tentang Jakarta yang cukup sering aku temukan dalam bacaan dan tontonan, sekarang sudah bisa kurasakan sendiri rasanya. Pada gemerlap lampu jalanan, bising kendaraan dan gelapnya langit malam, masih cukup banyak kutemukan beberapa aktivitas manusia di dalamnya, bahkan hingga pukul duabelas malam. Angkringan dan warung- warung dalam tenda masih ramai pembeli, dengan hiburan live musik maupun yang terputar melalui kaset atau youtube yang disambungkan melalui bluetooth ke pengeras suara. Suasana baru yang tentu baru pertama kali ini kutemukan di Kota Jakarta. Tengah malam kala itu, tak hanya diisi oleh manusia yang bersiap untuk istirahat, namun diisi pula oleh kalangan manusia yang justru menunggu malam yang membawa secercah harapan penghasilan. “ Tahu bulat digoreng dadakan, limaratusan…..” Suara abang- abang tahu bulat dal...

Obrolan di Pos Satpam

Sore itu, hujan di Kota Jogja membawaku singgah pada satu bangunan kecil dan asing yang tersembunyi di balik kokohnya tembok salah satu rumah sakit di sudut kota. Aku menemukan tempat itu tanpa sebuah perencanaan dan kesengajaan. Sebab begitu cerobohnya aku yang lupa membawa mantel hujan di jok motor, aku terpaksa menerjang derasnya hujan dan perlahan menyusuri gang-gang sempit berharap menemukan sebuah masjid yang setidaknya bisa ku jadikan tempat berteduh. Namun bukan masjid yang kutemukan, melainkan bangunan pos satpam yang berada jauh di pojokan jalan. Aku tidak memiliki alasan lain untuk berhenti di tempat itu selain hanya untuk singgah dari ramainya air langit yang tak kunjung berhenti. Selepas aku turun dari motor, disapalah aku oleh seorang pria tua bermasker putih dan berseragam biru batik. " Mbaknya mau kemana? Itu jalan buntu Mbak, ndak bisa dilewati," ujarnya. " Nuwun sewu nggih Pak, apakah saya boleh izin untuk berteduh sebentar di sini?" tanyak...

Realitas Menjadi Seorang Ibu Rumah Tangga

  "Menjadi seorang Ibu adalah pekerjaan seumur hidup, ngga gampang, ngga ada tempat kursusnya juga. Ibu juga masih harus selalu belajar. Terus tumbuh dan berproses bersama dengan anak- anaknya. Jadi maafkan yaa, kalau Ibu kadang masing ada kurangnya," kata Ibuku. Iya, tulisan ini lahir karena beliau. Setiap hari, tiada kata bosan aku menganguminya. Sudah duapuluh tahun ini, dan pasti akan selama-lamanya, rasanya kagumku ngga akan pernah berkurang.  Menjadi seorang Ibu rumah tangga acap kali dipandang sebelah mata. Pekerjaan ini masih sering dianggap sebagai pekerjaan yang enak dan sepele sebab tidak menghasilkan keuntungan secara ekonomi. Ibu rumah tangga juga sering dicap sebagai sosok perempuan dengan pendidikan rendah dan minim pengetahuan karena memilih untuk tidak bekerja di sektor publik maupun swasta. Padahal pada realitasnya, justru pekerjaan ini adalah pekerjaan 24 jam non stop yang tentu tak hanya menguras pikiran tetapi j...

Terima Kasih, Senja

Untuk Senja Lintang Permata .  Terima Kasih sebab kamu sudah memilih namaku untuk diletakkan pada ruang hatimu. Senja kamu tahu, sejak mengenalmu aku sama sekali tidak merasakan sebuah kepahitan, sebab senyum manis yang selalu kau tujukan kepadaku sudah cukup untuk membuatku bahagia. Semua hal yang sudah kita lewati tak lepas dari peranmu yang selalu bisa membuatku merasakan kenyamanan. Kenyamanan yang membuatku selalu saja ingin hadirmu di sisiku.  Senja, maaf jika caraku bertindak atasmu membuat perasaan cinta dalam dirimu perlahan tumbuh seiring dengan berjalannya waktu. Seperti yang kamu tulis di suratmu, bahwa perasaan kita adalah satu hal yang tidak bisa kita kontrol ada dan hilangnya. Ia bisa timbul hanya karena perlakuan, namun bisa juga menghilang tanpa perlu kita hilangkan.  Senja, aku tak akan memintamu untuk berhenti mencintaiku. Aku hanya minta agar kamu jangan berusaha untuk menghilang. Aku tahu mungkin ini terkesan bagai sebuah keegosian, namun ...

Surat untuk Jendral

Teruntuk Jendral Baskara, aku mendeklarasikan perasaanku yang sudah sedari lama jatuh padamu. Meski aku sadar dan paham bahwa pada akhirnya kecewalah yang akan aku dapatkan. Kamu pernah berkata bahwa mencintaimu adalah sebuah kesia-siaan, karena pada akhirnya tak kan mampu perasaanku ini menembus dinding pertahanan hatimu.  Kamu salah Jendral. Aku ngga merasa bahwa ini adalah sebuah kesia- siaan. Perasaan yang aku miliki adalah tanggung jawabku, begitu pula dengan perasaanmu. Aku mencintaimu, dan kamu ngga berhak untuk melarangku. Perihal balasanmu, aku pun ngga berhak untuk memaksakannya.  Pada akhirnya nanti, jika memang sama sekali tak pernah ada dirimu berniat untuk mencoba membuka hatimu untukku, tolong jangan memaksaku untuk berhenti. Berhenti berjuang atas perasaan yang sudah lama kupendam ini. Jangan pernah memaksaku untuk melupakan kamu beserta semua kenangan kita. Namun sekali ini saja, tak bisakah kamu sedikit membalas perasaan ini? Walau pun itu hanya s...

Harus Kubawa Kemana Langkah Ini?

Mengapa Kau tinggalkan aku pada ruang- ruang kecemasan?  Kecemasan akan hal yang belum sempat tuntas kita bicarakan.  Tak mengapa bila memang Kau ingin pergi,  Namun, bukankah pergi tanpa pamit adalah sebuah keegoisan? Kumencoba untuk memahamimu. Namun nyatanya hatimu sudah tak lagi bisa kumasuki. Bahkan, hanya untuk sekedar mampir saja pintu hatimu sudah tertutup rapat.  Tuan, bisakah sekali ini saja kau datang dengan penjelasan? Agar aku tahu harus melangkah kemana lagi setelah ini.   Haruskah aku mundur, atau menetap di sini dan mengunci hatiku agar tak dapat dimasuki oleh penghuni lain. Bantul, 7 Juli 2021  21.47

Kita yang Tak Bisa Bersama

Suatu saat pasti akan ada masa di mana kita akan berbeda jalan. Kau ke selatan, dan aku ke utara. Kau membawa mimpi- mimpimu terbang di langit berbintang dan aku membawa semua mimpiku terbang dengan langit yang diselimuti terang. Iya, itu pikirku. Aku menganggap bahwa "suatu saat" itu adalah waktu yang masih lama, mungkin 2, 3 atau beberapa tahun lagi ke depan.  Hingga akhirnya pada suatu malam, kau berkata "Kita memang harus mengakhiri ini."  Aku terdiam. Bukan, bukan aku tak mau menjawab, hanya saja rasanya mulutku seperti terbungkam oleh angin malam.  "Lantas mengapa kita harus memulai?" jawabku yang sejujurnya masih diselimuti ragu. Kau hanya tersenyum. Katamu bahwa memang ada hal yang harus terpaksa menemui kata henti apabila tak ingin ada hati yang tersakiti. Alasanmu cukup masuk di akalku. Bahwa memang sekarang sudah sampai pada waktu di mana kita akan berjalan pada jalan masing- masing. Bertolak belakang dan tak mungkin menemui kata satu.  Dan seja...

[Sajak] 03.16

Dini hari perkara belum bisa tidur, iseng nulis sajak yang agaknya sayang kalau hanya kusimpan di dalam notes handphone. So, here we go!! Perkara Hati Kalau ada masalah itu, yang diselesaikan masalahnya, jangan hubungannya. Hidup itu dinamis, semakin dewasa akan ada banyak hal yang terjadi dan mungkin ngga sesuai sama ekspetasi kita. Tapi ya kita bisa apa selain ikhlas menerimanya? Takdir Sang Hati Bahkan sekeras apapun usaha kita untuk mencoba bisa kembali bersama, kalau Tuhan udah ngga ngeizinin kita bersama lagi, ya kita udah ngga bisa berbuat apa- apa lagi selain mengikhlaskan. —di kamar pada pukul 03.16

The Best Director in Our Life

            Udah lama banget kayanya, aku engga bercerita lewat blogku ini. Dan sekarang aku mau sedikit membuatkan diriku sendiri postingan " Self Appreciation" sekaligus pengingat diri sendiri atas begitu baiknya takdir yang sudah Allah tetapkan untukku. Dan aku sangat bersyukur sudah berada di titik ini, sebab Allah sudah mengabulkan beberapa mimpi yang sedari lama ingin aku wujudkan. Namun tetap, aku yakin bahwa ini bukanlah akhir dari perjuangan. Justru malah adalah langkah awal dari segala perjuangan yang akan aku lakukan kedepannya.      Hari itu, masih terekam jelas di benakku. hari di mana bisa dipastikan seluruh siswa- siswi eligibel di seluruh Indonesia merasa panas dingin dan rasa deg- deg an yang teramat sangat. Tak terkecuali denganku. Sore itu, 22 Maret 2021 pukul 15.00 WIB, merupakan hari pengumuman SNMPTN. Jujur aku memang sangat berharap bisa mendapatkan kata SELAMAT dari LTMPT. Namun kembali lagi, semua har...

Falsity

This short story is written because inspired by Jeno Lee. One of my ultimate bias from NCT. He's always smile in every situation, but Royals (Jeno Lee's fans) know if he hide something. Happy reading, and hope you guys like it!     Aku sedang duduk sendiri di taman depan rumahku. Sebelum Devano datang, dan memarkirkan motornya di depan pagar.      "Kenapa kamu kesini?" Tanyaku pada pria yang sedang berjalan ke arahku.      "Aku datang hanya untuk melihatmu saja, Bulan" jawabnya.      "Ada apa, Dev. Apa yang sedang kamu pikirkan itu?" Tanyaku, lalu menariknya agar ia bersedia duduk di sampingku.      "Ngga ada apa- apa. Aku, hanya ingin melihatmu saja." Ucapnya sembari menunjukkan mata bulan sabitnya itu. Ya, itu berarti pertanda ia sedang tersenyum. Manis. batinku.   "Dev, aku tahu apa yang sedang kamu pikirkan. Tolong ingat ini, kamu ngga harus memaksakan dirimu untuk terlihat tegar ...

Belukar Dunia

Teruntuk teman- teman yang sedang berjuang.. Kamu hebat, kakimu sudah melangkah lebih maju mempersiapkan masa depan. Terkadang dihadang kegagalan, diterpa kelelahan, dihujani rasa malas namun tak pernah sekali pun menyerah.  Lelah? Wajar. Jatuh dan terabaikan? itu adalah hal yang pasti akan datang menemani proses perjuangan. Kamu pernah mendengar lagu yang dibawakan oleh penyanyi muda bernama Chiki Fawzi yang berjudul Belukar Dunia?  Coba dengarkan, kamu resapi maknanya, maka kamu akan merasakan pelukan hangat penguat. Pelajaran yang bisa aku dapatkan dari lagu itu adalah, bahwa hidup ini tidak hanya diisi oleh hal- hal yang indah dan mengasyikkan saja. Ada namanya si pahit nan menyedihhkan yang pasti juga hadir melengkapi. Perihal sukses, itu adalah keinginan semua manusia bukan? Tentang apa yang diinginkan, apa yang dicita- citakan dan apa yang diharapkan bisa terwujud dalam kehidupan kita di waktu yang tepat.  Tapi, sebelum kita mendapatkan kenikmat...

EVANESCENT

          Kehilangan. Bukan berarti selamanya tergantikan. Bukan berarti selamanya menderita. Bukan berarti selamanya terlupakan. Adakalanya kehilangan adalah tujuan terbaik dari tuhan untuk menjadikan hati lebih kuat. Adakalanya kehilangan akan menjadikan seseorang tumbuh lebih dewasa.       Aku selalu menganggap bahwa kehilangan seseorang itu bukanlah akhir dari kehidupan. Namun kehilangannya kujadikan sebagai jeda dari pada seribu bahkan berjuta kata kasih pun sayang yang sudah lama menemani hari.       Ia hilang, namun bukan berarti aku harus ikut menghilang dari semesta dan segala keindahanya. Ia menghilang, tak lantas menjadikanku menyerah akan segala mimpi yang pernah ku rencanakan dengannya juga dengan diriku sendiri. Ia hilang, bukan menjadi suatu alasan untuk aku menyerah kepada kehidupan.      Hilang manusianya, bukan berarti hilang kenangannya. Hilang raganya, bukan berarti hilang jiw...

Terimakasih 2019!

     Ngomongin tahun 2019, ada banyak banget momen yang bener- bener membekas lekat di hati dan pikiran. Ada banyak rasa yang hadir menghiasi 1 tahun perjalanan hidup. Mulai dari rasa senang, sedih, kecewa, bangga, yang pastinya ga cukup kalau aku jabarin satu persatu di sini.      Singkatnya aja, emang semua rasa yang udah aku terima itu secara ga langsung udah ngebentuk diriku menjadi satu level lebih meningkat daripada sebelumnya.      Banyak banget momen yang mesti disyukuri hadirnya, dikenang setiap detik kejadiannya dan juga moment yang udah membuat diri ini menjadi lebih dewasa. Contohnya atas beberapa hal yang udah ngebuat aku menyesal, kecewa, dan sedih. Tapi justru hal- hal kaya gitu yang ngasih pelajaran paling berharga buat diriku. Pelajaran tentang makna hidup yang sebenarnya, bahwa emang ga cuma hal- hal indah nan cantik aja yang harus dinikmati dan dijalani. Tapi hal- hal yang datang tanpa dimau dan diminta pun aku harus terima...

[Sajak] Hilang

Teruntuk paling yang tak pernah menjadi saling Paling dirindu namun tak pernah saling merindu Paling dicinta namun nyatanya tak pernah saling mencinta Kita insan yang diciptakan hanya untuk bertemu Kemudian berlalu tanpa pernah mengucap salam serta mengikat janji untuk kembali datang dan bertemu Akhirnya, hilang sudah semua Redup sudah sinar kita tak jadi satu