Langsung ke konten utama

Kita yang Tak Bisa Bersama

Suatu saat pasti akan ada masa di mana kita akan berbeda jalan. Kau ke selatan, dan aku ke utara. Kau membawa mimpi- mimpimu terbang di langit berbintang dan aku membawa semua mimpiku terbang dengan langit yang diselimuti terang. Iya, itu pikirku. Aku menganggap bahwa "suatu saat" itu adalah waktu yang masih lama, mungkin 2, 3 atau beberapa tahun lagi ke depan. 

Hingga akhirnya pada suatu malam, kau berkata "Kita memang harus mengakhiri ini." 

Aku terdiam. Bukan, bukan aku tak mau menjawab, hanya saja rasanya mulutku seperti terbungkam oleh angin malam. 

"Lantas mengapa kita harus memulai?" jawabku yang sejujurnya masih diselimuti ragu.

Kau hanya tersenyum. Katamu bahwa memang ada hal yang harus terpaksa menemui kata henti apabila tak ingin ada hati yang tersakiti. Alasanmu cukup masuk di akalku. Bahwa memang sekarang sudah sampai pada waktu di mana kita akan berjalan pada jalan masing- masing. Bertolak belakang dan tak mungkin menemui kata satu. 

Dan sejak saat itu aku tersadar, bahwa memang pertemuan akan selalu beriring dengan perpisahan. Dan perasaanku, tak melulu harus sampai pada tuannya. 

Bantul, 7 Juli 2021

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Perjalanan 1: Untuk Merayakan Hari Perempuan Sedunia!

Manusia jika saling berbuat baik, aku rasa di dunia ini akan penuh dengan cinta dan kemakmuran. Perempuan- perempuan bebas untuk menaklukkan dunia dengan caranya, perempuan- perempuan akan dengan bebas berpetualang tanpa menyimpan ketakutan. Rasanya kemarin aku masih cukup takut untuk melakukan perjalanan- perjalanan panjang dengan kesendirian, namun sekarang aku percaya, bahwa sendiri bukan berarti sepi.  Menemukan orang baru dengan kebaikan- kebaikan tak terpikirkan sebelumnya yang ternyata aku dapatkan selama di perjalanan. Bertemu dengan seorang perempuan muda di gerbong kereta yang sama dan dengan tujuan yang sama pula. Turun di waktu pukul 03.00 pagi, kami memutuskan untuk istirahat sebentar di stasiun sembari menunggu langit mulai sedikit terang. Setelahnya, kami melanjutkan perjalanan masing- masing. Sebelum kami berpamitan, ia memberiku satu bungkus better jumbo, “Ini Mbak, untuk nahan laper”, katanya.  Jalan keluar stasiun, aku kesulitan untuk mendapatkan ojek online...

Menyulam Rupa Masa Lampau: Pasar Lawas dan Wujud- Wujud Perawatan Kultural

Dalam gemerlap modernitas, manusia kerap merindukan ruang- ruang yang mampu menghadirkan kehangatan masa lampau. Ruang semacam itu tak hanya memberikan sebuah pengalaman estetis, tetapi juga menjadi titik perjumpaan identitas kolektif yang seringkali terlupakan. Kehadiran Pasar Lawas bertajuk “ Kebak Tanpa Luber” lahir dengan pemaknaan filosofis yang tak lepas dari nafas keseharian masyarakat Jawa yang penuh dengan keramaian dan rasa hangat ketika berkumpul serta menjaganya agar tetap harmoni. Ia hidup, ramai dan penuh, namun tetap pada porsinya yang damai dan terkendali. Momen ini tentu menawarkan lanskap- lanskap nostalgia, kebersamaan dan bukti keberadaan warisan budaya yang tak akan pudar ditelan zaman. Pasar Lawas tak sekadar menghadirkan kuliner dan permainan tradisional. Ia menjadi ruang sosial yang menegosiasikan ingatan kolektif dengan realitas modernitas. Di balik semaraknya pertunjukan seni, tawa anak-anak yang memainkan dolanan tradisional, hingga interaksi hangat antar-pen...

Belukar Dunia

Teruntuk teman- teman yang sedang berjuang.. Kamu hebat, kakimu sudah melangkah lebih maju mempersiapkan masa depan. Terkadang dihadang kegagalan, diterpa kelelahan, dihujani rasa malas namun tak pernah sekali pun menyerah.  Lelah? Wajar. Jatuh dan terabaikan? itu adalah hal yang pasti akan datang menemani proses perjuangan. Kamu pernah mendengar lagu yang dibawakan oleh penyanyi muda bernama Chiki Fawzi yang berjudul Belukar Dunia?  Coba dengarkan, kamu resapi maknanya, maka kamu akan merasakan pelukan hangat penguat. Pelajaran yang bisa aku dapatkan dari lagu itu adalah, bahwa hidup ini tidak hanya diisi oleh hal- hal yang indah dan mengasyikkan saja. Ada namanya si pahit nan menyedihhkan yang pasti juga hadir melengkapi. Perihal sukses, itu adalah keinginan semua manusia bukan? Tentang apa yang diinginkan, apa yang dicita- citakan dan apa yang diharapkan bisa terwujud dalam kehidupan kita di waktu yang tepat.  Tapi, sebelum kita mendapatkan kenikmat...