Langsung ke konten utama

Surat untuk Jendral


Teruntuk Jendral Baskara, aku mendeklarasikan perasaanku yang sudah sedari lama jatuh padamu. Meski aku sadar dan paham bahwa pada akhirnya kecewalah yang akan aku dapatkan. Kamu pernah berkata bahwa mencintaimu adalah sebuah kesia-siaan, karena pada akhirnya tak kan mampu perasaanku ini menembus dinding pertahanan hatimu. 

Kamu salah Jendral. Aku ngga merasa bahwa ini adalah sebuah kesia- siaan. Perasaan yang aku miliki adalah tanggung jawabku, begitu pula dengan perasaanmu. Aku mencintaimu, dan kamu ngga berhak untuk melarangku. Perihal balasanmu, aku pun ngga berhak untuk memaksakannya. 

Pada akhirnya nanti, jika memang sama sekali tak pernah ada dirimu berniat untuk mencoba membuka hatimu untukku, tolong jangan memaksaku untuk berhenti. Berhenti berjuang atas perasaan yang sudah lama kupendam ini. Jangan pernah memaksaku untuk melupakan kamu beserta semua kenangan kita. Namun sekali ini saja, tak bisakah kamu sedikit membalas perasaan ini? Walau pun itu hanya setengah dari perasaan yang sudah kuberikan untukmu. 
—Senja Lintang Permata

bersambung...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Perjalanan 1: Untuk Merayakan Hari Perempuan Sedunia!

Manusia jika saling berbuat baik, aku rasa di dunia ini akan penuh dengan cinta dan kemakmuran. Perempuan- perempuan bebas untuk menaklukkan dunia dengan caranya, perempuan- perempuan akan dengan bebas berpetualang tanpa menyimpan ketakutan. Rasanya kemarin aku masih cukup takut untuk melakukan perjalanan- perjalanan panjang dengan kesendirian, namun sekarang aku percaya, bahwa sendiri bukan berarti sepi.  Menemukan orang baru dengan kebaikan- kebaikan tak terpikirkan sebelumnya yang ternyata aku dapatkan selama di perjalanan. Bertemu dengan seorang perempuan muda di gerbong kereta yang sama dan dengan tujuan yang sama pula. Turun di waktu pukul 03.00 pagi, kami memutuskan untuk istirahat sebentar di stasiun sembari menunggu langit mulai sedikit terang. Setelahnya, kami melanjutkan perjalanan masing- masing. Sebelum kami berpamitan, ia memberiku satu bungkus better jumbo, “Ini Mbak, untuk nahan laper”, katanya.  Jalan keluar stasiun, aku kesulitan untuk mendapatkan ojek online...

Jakarta Kota

 #catatanperjalanan Hingar bingar Kota Metropolitan yang sebelumnya hanya terbayang dalam pikiran, sekarang sudah tergambar jelas dalam pandangan. Cerita- cerita tentang Jakarta yang cukup sering aku temukan dalam bacaan dan tontonan, sekarang sudah bisa kurasakan sendiri rasanya. Pada gemerlap lampu jalanan, bising kendaraan dan gelapnya langit malam, masih cukup banyak kutemukan beberapa aktivitas manusia di dalamnya, bahkan hingga pukul duabelas malam. Angkringan dan warung- warung dalam tenda masih ramai pembeli, dengan hiburan live musik maupun yang terputar melalui kaset atau youtube yang disambungkan melalui bluetooth ke pengeras suara. Suasana baru yang tentu baru pertama kali ini kutemukan di Kota Jakarta. Tengah malam kala itu, tak hanya diisi oleh manusia yang bersiap untuk istirahat, namun diisi pula oleh kalangan manusia yang justru menunggu malam yang membawa secercah harapan penghasilan. “ Tahu bulat digoreng dadakan, limaratusan…..” Suara abang- abang tahu bulat dal...

Belukar Dunia

Teruntuk teman- teman yang sedang berjuang.. Kamu hebat, kakimu sudah melangkah lebih maju mempersiapkan masa depan. Terkadang dihadang kegagalan, diterpa kelelahan, dihujani rasa malas namun tak pernah sekali pun menyerah.  Lelah? Wajar. Jatuh dan terabaikan? itu adalah hal yang pasti akan datang menemani proses perjuangan. Kamu pernah mendengar lagu yang dibawakan oleh penyanyi muda bernama Chiki Fawzi yang berjudul Belukar Dunia?  Coba dengarkan, kamu resapi maknanya, maka kamu akan merasakan pelukan hangat penguat. Pelajaran yang bisa aku dapatkan dari lagu itu adalah, bahwa hidup ini tidak hanya diisi oleh hal- hal yang indah dan mengasyikkan saja. Ada namanya si pahit nan menyedihhkan yang pasti juga hadir melengkapi. Perihal sukses, itu adalah keinginan semua manusia bukan? Tentang apa yang diinginkan, apa yang dicita- citakan dan apa yang diharapkan bisa terwujud dalam kehidupan kita di waktu yang tepat.  Tapi, sebelum kita mendapatkan kenikmat...