Langsung ke konten utama

Terimakasih 2019!

     Ngomongin tahun 2019, ada banyak banget momen yang bener- bener membekas lekat di hati dan pikiran. Ada banyak rasa yang hadir menghiasi 1 tahun perjalanan hidup. Mulai dari rasa senang, sedih, kecewa, bangga, yang pastinya ga cukup kalau aku jabarin satu persatu di sini.
     Singkatnya aja, emang semua rasa yang udah aku terima itu secara ga langsung udah ngebentuk diriku menjadi satu level lebih meningkat daripada sebelumnya. 
    Banyak banget momen yang mesti disyukuri hadirnya, dikenang setiap detik kejadiannya dan juga moment yang udah membuat diri ini menjadi lebih dewasa. Contohnya atas beberapa hal yang udah ngebuat aku menyesal, kecewa, dan sedih. Tapi justru hal- hal kaya gitu yang ngasih pelajaran paling berharga buat diriku. Pelajaran tentang makna hidup yang sebenarnya, bahwa emang ga cuma hal- hal indah nan cantik aja yang harus dinikmati dan dijalani. Tapi hal- hal yang datang tanpa dimau dan diminta pun aku harus terima juga.
     Hari demi hari dalam hidupku pun ga lengkap kisahnya kalau ga ada tokoh lain yang hadir dan membuat suatu kesan. Tokoh- tokoh itu pula yang udah membuat 12 bulan hidupku terasa ga hampa. Jenis atau karakternya pun berbeda- beda, dan itulah yang membuatku jadi paham perihal segala macam perbedaan yang ada di sekitar. Kadang ada aja hal yang ga pas menurutku, tapi menurut orang lain itu pas dan masuk akal. Kadang juga ada hal yang menurut versiku pas, tapi versi orang lain ga sesuai sama apa yang dia mau. 
     Intinya, makasih buat semua. Semua yang hadir dan menghilang di tahun 2019. Atas semua mimpi dan harap yang belum berhasil terealisasikan, semoga dapat segera terwujud di tahun 2020. Terimakasih untuk semua tokoh yang udah ngeramaiin jalannya kehidupanku dan udah mengukir kesan pertama yang manis maupun pahit dalam benakku. Terimakasih untuk orang- orang spesial yang udah mau meluangkan waktu untuk mendengar curhatanku, ngasih semangat saat diri ini mulai malas bahkan hampir menyerah atas tanggung jawab yang mesti diselesaikan. Dan teruntuk diriku, terimakasih atas apapun yang udah dihadapi, dijalani dan dilalui di tahun 2019. Kamu hebat, terimakasih telah berusaha untuk menjadi yang terbaik. Jangan lupa, 2020...realisasikan apa yang udah kamu mimpikan. Terus jadi manusia yang senantiasa menebar kebaikan dan kebermanfaatan :)

       Ini sedikit dari momen yang berhasil 
              terabadikan di tahun 2019.  
     

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Perjalanan 1: Untuk Merayakan Hari Perempuan Sedunia!

Manusia jika saling berbuat baik, aku rasa di dunia ini akan penuh dengan cinta dan kemakmuran. Perempuan- perempuan bebas untuk menaklukkan dunia dengan caranya, perempuan- perempuan akan dengan bebas berpetualang tanpa menyimpan ketakutan. Rasanya kemarin aku masih cukup takut untuk melakukan perjalanan- perjalanan panjang dengan kesendirian, namun sekarang aku percaya, bahwa sendiri bukan berarti sepi.  Menemukan orang baru dengan kebaikan- kebaikan tak terpikirkan sebelumnya yang ternyata aku dapatkan selama di perjalanan. Bertemu dengan seorang perempuan muda di gerbong kereta yang sama dan dengan tujuan yang sama pula. Turun di waktu pukul 03.00 pagi, kami memutuskan untuk istirahat sebentar di stasiun sembari menunggu langit mulai sedikit terang. Setelahnya, kami melanjutkan perjalanan masing- masing. Sebelum kami berpamitan, ia memberiku satu bungkus better jumbo, “Ini Mbak, untuk nahan laper”, katanya.  Jalan keluar stasiun, aku kesulitan untuk mendapatkan ojek online...

Menyulam Rupa Masa Lampau: Pasar Lawas dan Wujud- Wujud Perawatan Kultural

Dalam gemerlap modernitas, manusia kerap merindukan ruang- ruang yang mampu menghadirkan kehangatan masa lampau. Ruang semacam itu tak hanya memberikan sebuah pengalaman estetis, tetapi juga menjadi titik perjumpaan identitas kolektif yang seringkali terlupakan. Kehadiran Pasar Lawas bertajuk “ Kebak Tanpa Luber” lahir dengan pemaknaan filosofis yang tak lepas dari nafas keseharian masyarakat Jawa yang penuh dengan keramaian dan rasa hangat ketika berkumpul serta menjaganya agar tetap harmoni. Ia hidup, ramai dan penuh, namun tetap pada porsinya yang damai dan terkendali. Momen ini tentu menawarkan lanskap- lanskap nostalgia, kebersamaan dan bukti keberadaan warisan budaya yang tak akan pudar ditelan zaman. Pasar Lawas tak sekadar menghadirkan kuliner dan permainan tradisional. Ia menjadi ruang sosial yang menegosiasikan ingatan kolektif dengan realitas modernitas. Di balik semaraknya pertunjukan seni, tawa anak-anak yang memainkan dolanan tradisional, hingga interaksi hangat antar-pen...

Jakarta Kota

 #catatanperjalanan Hingar bingar Kota Metropolitan yang sebelumnya hanya terbayang dalam pikiran, sekarang sudah tergambar jelas dalam pandangan. Cerita- cerita tentang Jakarta yang cukup sering aku temukan dalam bacaan dan tontonan, sekarang sudah bisa kurasakan sendiri rasanya. Pada gemerlap lampu jalanan, bising kendaraan dan gelapnya langit malam, masih cukup banyak kutemukan beberapa aktivitas manusia di dalamnya, bahkan hingga pukul duabelas malam. Angkringan dan warung- warung dalam tenda masih ramai pembeli, dengan hiburan live musik maupun yang terputar melalui kaset atau youtube yang disambungkan melalui bluetooth ke pengeras suara. Suasana baru yang tentu baru pertama kali ini kutemukan di Kota Jakarta. Tengah malam kala itu, tak hanya diisi oleh manusia yang bersiap untuk istirahat, namun diisi pula oleh kalangan manusia yang justru menunggu malam yang membawa secercah harapan penghasilan. “ Tahu bulat digoreng dadakan, limaratusan…..” Suara abang- abang tahu bulat dal...