Langsung ke konten utama

Belukar Dunia


Teruntuk teman- teman yang sedang berjuang..

Kamu hebat, kakimu sudah melangkah lebih maju mempersiapkan masa depan. Terkadang dihadang kegagalan, diterpa kelelahan, dihujani rasa malas namun tak pernah sekali pun menyerah. 

Lelah? Wajar. Jatuh dan terabaikan? itu adalah hal yang pasti akan datang menemani proses perjuangan. Kamu pernah mendengar lagu yang dibawakan oleh penyanyi muda bernama Chiki Fawzi yang berjudul Belukar Dunia? 

Coba dengarkan, kamu resapi maknanya, maka kamu akan merasakan pelukan hangat penguat. Pelajaran yang bisa aku dapatkan dari lagu itu adalah, bahwa hidup ini tidak hanya diisi oleh hal- hal yang indah dan mengasyikkan saja. Ada namanya si pahit nan menyedihhkan yang pasti juga hadir melengkapi. Perihal sukses, itu adalah keinginan semua manusia bukan? Tentang apa yang diinginkan, apa yang dicita- citakan dan apa yang diharapkan bisa terwujud dalam kehidupan kita di waktu yang tepat. 

Tapi, sebelum kita mendapatkan kenikmatan itu semua, kita akan diuji dengan lika-likunya belukar dunia. Dengan asam, pahit, maupun manisnya pengorbanan ketika kita akan mendapatkan sesuatu tersebut. 

Tenang, nikmati saja prosesnya. Kamu ngga sendiri kok. Percaya aja bahwa kamu itu bisa, kamu mampu dan kamu sanggup melewati itu semua. Ada rangkulan dari banyak tangan, ada pelukan dari banyak badan yang siap menghangatkanmu. Ada keluargamu, sahabat- sahabat setiamu dan juga tentu dirimu sendiri yang pasti lebih tau dan lebih paham denganmu melebihi siapapun di dunia ini. Jadi, jangan pernah merasa sendirian, ya? 

Nikmati prosesnya, maka kamu tak akan kecewa dihadang kegagalan. Kegagalan ada untuk menguatkan, untuk menyabarkanmu juga untuk menyadarkanmu bahwa kamu memang hanya manusia biasa, yang butuh kuasa Allah untuk menggapai semuanya.Tetap tersenyum dan ikhlas dalam proses perjuanganmu ini. Dan tentunya, jangan pernah lupa akan niat awalmu memulai proses perjuangan, selalu ingat bahwa Allah akan memberikan apapun yang hambaNya minta dan usahakan di waktu yang tepat bukan di waktu yang cepat. Satu lagi, balasan pasti dari semua proses yang kamu lakukan di dunia ini adalah ketika di akhirat kelak :) Semangat semua \^0^/

Bantul, 24 Juli 2020

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Perjalanan 1: Untuk Merayakan Hari Perempuan Sedunia!

Manusia jika saling berbuat baik, aku rasa di dunia ini akan penuh dengan cinta dan kemakmuran. Perempuan- perempuan bebas untuk menaklukkan dunia dengan caranya, perempuan- perempuan akan dengan bebas berpetualang tanpa menyimpan ketakutan. Rasanya kemarin aku masih cukup takut untuk melakukan perjalanan- perjalanan panjang dengan kesendirian, namun sekarang aku percaya, bahwa sendiri bukan berarti sepi.  Menemukan orang baru dengan kebaikan- kebaikan tak terpikirkan sebelumnya yang ternyata aku dapatkan selama di perjalanan. Bertemu dengan seorang perempuan muda di gerbong kereta yang sama dan dengan tujuan yang sama pula. Turun di waktu pukul 03.00 pagi, kami memutuskan untuk istirahat sebentar di stasiun sembari menunggu langit mulai sedikit terang. Setelahnya, kami melanjutkan perjalanan masing- masing. Sebelum kami berpamitan, ia memberiku satu bungkus better jumbo, “Ini Mbak, untuk nahan laper”, katanya.  Jalan keluar stasiun, aku kesulitan untuk mendapatkan ojek online...

Jakarta Kota

 #catatanperjalanan Hingar bingar Kota Metropolitan yang sebelumnya hanya terbayang dalam pikiran, sekarang sudah tergambar jelas dalam pandangan. Cerita- cerita tentang Jakarta yang cukup sering aku temukan dalam bacaan dan tontonan, sekarang sudah bisa kurasakan sendiri rasanya. Pada gemerlap lampu jalanan, bising kendaraan dan gelapnya langit malam, masih cukup banyak kutemukan beberapa aktivitas manusia di dalamnya, bahkan hingga pukul duabelas malam. Angkringan dan warung- warung dalam tenda masih ramai pembeli, dengan hiburan live musik maupun yang terputar melalui kaset atau youtube yang disambungkan melalui bluetooth ke pengeras suara. Suasana baru yang tentu baru pertama kali ini kutemukan di Kota Jakarta. Tengah malam kala itu, tak hanya diisi oleh manusia yang bersiap untuk istirahat, namun diisi pula oleh kalangan manusia yang justru menunggu malam yang membawa secercah harapan penghasilan. “ Tahu bulat digoreng dadakan, limaratusan…..” Suara abang- abang tahu bulat dal...